Address
304 North Cardinal
St. Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal
St. Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Rp80.000,00
Sastra dan Bayang-Bayang Kolonialisme
Kolonialisme bukan sekadar soal penaklukan dengan senjata, tetapi juga tentang bagaimana penjajah mengubah tatanan hidup masyarakat yang mereka kuasai. Melalui berlangsungnya perombakan ini dalam rentang waktu yang panjang, budaya kolonial pun perlahan mengakar dalam kehidupan masyarakat jajahan.
Bangsa Timur (terjajah) tidak semata-mata hadir begitu saja, sebagaimana bangsa Barat (penjajah) yang juga tidak sekadar ada. Lebih lanjut, relasi antara Timur dan Barat bukanlah hubungan yang setara, melainkan dipenuhi oleh relasi kekuasaan, dominasi, dan hegemoni yang kompleks.
“Orientalisasi” (proses pembentukan citra Timur oleh Barat) yang dialami oleh bangsa Timur bukan hanya karena dianggap eksotis dan asing oleh Eropa abad XIX, tetapi juga karena Barat menjadikan—atau lebih tepatnya memaksa—Timur untuk sesuai dengan konstruksi mereka sendiri. Dalam konteks ini, kolonialisme menciptakan hubungan sejarah yang timpang antara Timur dan Barat, di mana bangsa Timur tidak diperlakukan sebagaimana adanya (objektif), melainkan sebagaimana yang dikehendaki oleh Barat (subjektif).
Gagasan tersebut menjadi tonggak lahirnya teori poskolonialisme saat ini, sebuah konsep gagasan yang kerap menjadi rujukan dalam kegiatan ilmiah dengan objek penelitian relasi bangsa Barat dan bangsa Timur, atau sebaliknya. Poskolonial merupakan sebuah teori yang kerap digunakan untuk membahas wacana yang berkaitan dengan kekuatan besar kolonial.
| Penulis | Hendrik Efriyadi |
|---|---|
| Jenis Kertas | Bookpaper 57 gram |
| Jumlah Halaman | vi + 111 halaman |
| Ukuran | 12 x 18 cm |
| Kategori | Sastra |
| ISBN | 978-634-05-2621-9 |
Reviews
There are no reviews yet.