Bukan Hanya Sebuah Cerita Horor

Sebuah Novel Karya Mary Shelley

Frankenstein karya Mary Shelley adalah sebuah novel gothik yang diterbitkan pada tahun 1818. Mary mulai menulis kisah Frankenstein ketika ia berumur 18 tahun. Buku ini sering dianggap sebagai salah satu karya fiksi ilmiah pertama yang menggali tema-tema tentang penciptaan, tanggung jawab moral, dan bahaya ilmu pengetahuan yang tidak terkendali. Cerita ini berfokus pada Victor Frankenstein, seorang ilmuwan muda yang terobsesi dengan menciptakan kehidupan dari materi mati, dan makhluk yang ia ciptakan, yang kemudian dikenal sebagai “Monster Frankenstein.”

Buku ini diawali dengan surat-surat dari Robert Walton yang ditujukan untuk adiknya Margaret Walton Saville. Ia adalah seorang penulis gagal yang berangkat untuk menjelajahi Kutub Utara dengan harapan dapat memperluas pengetahuan. Dalam perjalanannya, ia menemukan Victor Frankenstein yang lemah dan acak-acakan yang terdampar di atas es.

Victor menceritakan kisah hidupnya kepada Walton sebagai peringatan. Ia melihat obsesi yang sama dalam diri Walton yang telah menghancurkannya dan membuat sengsara.

Keingintahuan Victor tentang dari manakah sebenarnya asal nyawa setiap makhluk hidup membuatnya berakhir seperti demikian. Victor Frankenstein menciptakan sesosok monster di laboratoriumnya. Makhluk itu mencoba menyesuaikan diri dengan manusia tetapi dijauhi, yang membuatnya membalas dendam terhadap Frankenstein.

Setelah Victor selesai menceritakan kisahnya, kapal Walton terperangkap di dalam es dan beberapa orang tewas kedinginan. Setelah kapal terbebas, awak kapal Walton bersikeras untuk kembali ke selatan. Victor, dalam kondisinya yang sangat lemah, menyatakan bahwa ia akan melanjutkan perjalanan sendiri. Ia bersikeras bahwa makhluk ciptaannya harus mati.

Tak lama kemudian Victor meninggal, dan dalam kata-kata terakhirnya, ia memberi tahu Walton untuk mencari “kebahagiaan dalam ketenangan dan menghindari ambisi.” Walton menemukan makhluk itu di kapalnya, sedang berduka atas jasad Victor. Makhluk itu memberi tahu Walton bahwa kematian Victor tidak memberinya kedamaian; sebaliknya, kejahatannya telah membuatnya semakin menderita daripada Victor sebelumnya. Makhluk itu bersumpah untuk bunuh diri agar tidak ada orang lain yang mengetahui keberadaannya dan Walton menyaksikan Makhluk itu hanyut di atas rakit es, dan tidak pernah terlihat lagi.

Frankenstein bukan hanya sebuah cerita horor atau fiksi ilmiah biasa. Novel ini menggali pertanyaan-pertanyaan besar tentang etika ilmiah, tanggung jawab, dan ketidakadilan sosial. Kisah Victor Frankenstein terus relevan hingga kini, membuat Frankenstein menjadi bacaan wajib bagi siapa saja yang tertarik pada konflik antara manusia, ilmuwan, dan teknologi. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *